Rupiah Melemah Tantangan dan Peluang bagi Industri Manufaktur

Rupiah Melemah Tantangan dan Peluang bagi Industri Manufaktur

Industri manufaktur Indonesia sedang diuji oleh pergerakan nilai tukar yang menegangkan, dengan Rupiah yang mendekati angka Rp 16.000 per Dolar AS. Ketegangan ini tidak hanya dirasakan oleh sektor bahan baku impor seperti garmen dan farmasi, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak inflasi terhadap daya beli masyarakat.

Menurut data dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Rupiah tercatat pada level Rp 15.873 per Dolar AS pada penutupan pasar Jumat (5/4/2024), dan bahkan mencapai Rp 15.923 per Dolar AS pada 3 April 2024. Per 11 April 2024, Rupiah telah mencapai Rp 16.000 per Dolar AS, dengan penutupan pada 12 April 2024 mencapai Rp 16.117 per Dolar AS.

https://cdn-assetd.kompas.id/5MJB6yoGWiTPYHj651o9kTEOSEU=/1024x776/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F03%2F30%2F252db0e0-b748-4066-b254-a266700b7653_jpg.jpg

Frans Kongi, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah, menyatakan bahwa penguatan Dolar AS tidak menguntungkan bagi dunia usaha. Kenaikan nilai Dolar AS berpotensi memicu kenaikan harga barang lainnya, yang pada gilirannya akan mempengaruhi biaya produksi dan daya beli masyarakat. Terutama, industri-industri yang masih sangat tergantung pada impor bahan baku, seperti garmen, farmasi, dan bahkan industri kayu.

Namun, ada harapan bahwa pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga inflasi agar tetap terkendali. Westri Kekalih, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, menekankan bahwa meskipun dampak pelemahan Rupiah bisa signifikan dalam jangka pendek, namun ini juga membuka peluang bagi pengembangan produk-produk lokal. Situasi ini memaksa industri untuk lebih mandiri dan mengembangkan produk-produk substitusi impor.

Meskipun tantangan saat ini mungkin besar, namun dengan langkah-langkah yang tepat, industri manufaktur Indonesia bisa mengubah ketidakpastian menjadi peluang untuk tumbuh dan berkembang lebih kuat lagi.

Writen by : Maulana Dzaky Riswandi
Sumber : Kompas.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*